Home > Bengkel > Prinsip Kerja Radiator Pada Sepedamotor

Prinsip Kerja Radiator Pada Sepedamotor

radiator

cara kerja radiator

Radiator menjadi part yang sudah menjadi bagian dari sepedamotor berperforma tinggi. Motor yang memakai part ini pada umumnya adalah motor yang berkapasitas besar (moge),sedangkan pada motor berkapasitas kecil sebut saja yang sempat dan masih beredar di Indonesia ada Honda NSR series, Vario, CS1. Kemudian ada Yamaha TZM150, Jupiter Mx135LC,dan V-Ixion. Sedangkan Kawasaki ada AR125, Ninja series (2 tak & 4 tak). Khusus Vario memang pengecualian, karena berjenis skuter matik dan radiator tipe built in. Dengan adanya radiator maka suhu mesin akan tetap terjaga baik dalam kondisi macet ataupun lancar dengan kondisi tersebut maka akan dapat menghasilkan power yang optimal. Radiator juga berfungsi untuk mempercepat proses pemanasan mesin pada saat awal dihidupkan.

Radiator merupakan bagian dari system pendinginan mesin, sehingga tidak berdiri sendiri dalam meredam panas yang ditimbulkan dari pembakaran bahan bakar. Pada umumnya terdiri dari beberapa bagian, antara lain :

�          Radiator

Mudah dikenali dengan banyak kisi-kisi yang tersusun rapi dengan bahan alumunium. Pada umumnya terletak di depan mesin.

�          Kipas radiator

Komponen ini mengoptimalkan proses pendinginan pada radiator. Meski radiator terbuat dari bahan alumunium yang terbukti baik dalam penyerapan dan pelepas panas, akan tetapi pada suhu tertentu, di kisaran 80 derajat celcius, membutuhkan bantuan pendingin radiator dengan kipas ini sehingga suhu mesin dapat terjaga dengan ideal

�          Water pump

Pompa cairan radiator, berfungsi mensirkulasikan cairan radiator dari silinder blok kemudian ke head untuk mengambil panas kemudian cairan masuk ke radiator untuk dibuang panasnya. Pompa ini akan bekerja terus-menerus selama mesin bekerja

�          Thermo sensor

Part ini membaca suhu cairan yang keluar dari kepala silinder atau mesin dan yang akan masuk ke radiator. Penempatan ini dimaksudkan agar suhu yang dibaca merupakan suhu panas yang terjadi di kepala silinder. Pembacaan suhu ini langsung terkoneksi ke panel speedometer. Sehingga pengendara dapat mengetahui kondisi panas mesin sepedamotornya melalui lampu indikator ataupun jarum penunjuk suhu.

�          Thermo switch

Merupakan saklar otomatis yang menyambungkan aliran arus batere ke kipas radiator. Kipas radiator hanya akan bekerja bila suhu mesin dianggap panas,kurang lebih 90 derajat celcius.

�         Thermostat

Sedangkan peranti ini mengatur debit aliran cairan radiator antara mesin masih dalam kondisi dingin dan panas. Berbentuk seperti klep/valve atau lubang pintu, dimana saat suhu mesin dingin, maka klep ini sedikit terbuka sehingga cairan radiator yang bersirkulasi sedikit hingga panas yang ditransfer memang masih sedikit. Akan tetapi, saat mesin sudah panas, menghasilkan panas besar, maka termostat akan membuka penuh, sehingga debit aliran akan maksimal dan proses penyerapan panas akan maksimal pula

�         Reservoir tank

Merupakan wadah penampungan cairan radiator cadangan dan overflow dari radiator

�          Radiator cap

Tutup radiator ini bukan sekadar tutup, pasalnya terdapat pegas klep/valve yang berfungsi kala dingin, membuka masuk sehingga cairan dari tangki cadangan bisa menambah volume cairan yang bersirkulasi di radiator. Tapi sebaliknya, saat panas tutup ini akan membuka klep ke arah keluar untuk mengalirkan cairan yang balik ke tangki cadangan.

�          Thermostat .

Suatu piranti yang mengatur debit aliran cairan radiator antara mesin masih dingin dan panas. Termostat ini berbentuk seperti klep atau lubang pintu, dimana saat suhu mesin dingin, pintu ini terbuka sedikit sehingga cairan radiator yang bersirkulasi sedikit sehingga panas yang ditransfer memang masih sedikit. Namun, saat mesin sudah panas, menghasilkan panas besar, maka termostat akan membuka penuh, sehingga debit aliran maksimal dan proses penyerapan panas pun bisa maksimal.

Cara kerja sistem radiator menerapkan prinsip konveksi, konduksi, lalu konveksi dan radiasi. Pertama, cairan radiator akan dipompakan memasuki silinder blok kemudian naik ke kepala silinder untuk mengambil atau menyerap panas mesin akibat pembakaran bahan bakar. Selanjutnya, keluar melalui selang radiator menuju termostat sebagai pengatur debit aliran, kemudian melewati thermosenor untuk dibaca panasnya, kemduian masuk ke radiator dari sisi atas, lalu mengalir ke pipa-pipa kapiler kecil sampai ke bawah

Pada mesin ini berpindah ke carian melalui proses konveksi, kemudian merambat ke dinding pipa-pipa kecil radiator dan terjadilah perambatan konduksi ke seluruh kisi-kisi. Kisi-kisi ini akan menyalurkan panas ke udara sekitarnya, bahkan saat suhu panas, udara akan dipaksa oleh kipas untuk bersinggungan dengan kisi-kisi radiator.

Selama proses sebagaimana diseburkan di atas berjalan sesuai kerjanya dan cairan dalam keadaan penuh, maka mesin akan bekerja pada suhu yang ideal dan inilah yang akan dipertahankan kestabilan suhunya sehingga menghasilkan power yang optimal di berbagai kondisi mesin

Categories: Bengkel Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: